Dapatkan diskon menarik sehubungan dengan promo di tahun 2017 di setiap pemesanan website melalui CS kami di 085777880960. KODE PROMO dapat diperoleh melalui pin Official Salatigaweb : D9271F42

Apa itu CCTV Analog?
Diposting oleh : salatigawebCom, - Dibaca: 105 kali






CCTV merupakan sebuah perangkat yang bisa digunakan untuk mendapatkan gambar, kamera CCTV analog mampu mendapatkan video maupun gambar. Resolusi dari kamera CCTV analog pun juga bervariasi, dan untuk saat ini hanya terbatas pada resolusi 720×575. 720 pixel merupakan besar pixel yang mendefinisikan resolusi horisontal dan 575 merupakan besar pixel yang mendefinisikan resolusi vertikal.

Video yang terekam pada CCTV memiliki interval sebesar 60, interval ini disebut dengan “field” dan field tersebut di transmisikan ke dalam sebuah perangkat yang bernama receiver (penerima). Kumpulan field disebut dengan “frame”. Ketika sebuah frame di transmisikan maka hal ini disebut dengan interlaced transmission.


Untuk mendapatkan video dari sebuah kamera CCTV, ada sebuah kabel yang bernama coax yang bisa digunakan. CCTV analog tersebut terhubung pada sebuah televisi analog pula. Untuk bisa merawat kompatibilitas dengan televisi analog dan membuat televisi tersebut mudah digunakan untuk menampilkan dan merekam kegiatan, sinyal yang keluar dari kamera harus sesuai dengan sinyal biasa digunakan pada televisi.

Ada 2 jenis standart sinyal analog untuk televisi yang populer di dunia, Pertama NTSC, NTSC merupakan jenis sinyal standart yang digunakan pada Amerika utara dan jepang. Kedua, PAL yang meruapakan jenis sinyal standart yang digunakan pada banyak negara, terutama di eropa. Selain itu 2 jenis standart sinyal tersebut, ada juga sinyal bernama SECAM, namun bukanlah sinyal standart yang digunakan pada CCTV.

Sayangnya, jika anda memiliki kamera dengan resolusi yang kecil, anda harus berhati-hati dalam meletakkan posisi kamera dan arah lensa. Dengan mengambil sudut yang lebar tentu saja anda akan mendapatkan tempat yang lebar, dengan begitu tampilan anda tidak akan maksimal jika menggunakan kamera analog. Resolusi dari kamera pun juga tidak akan bisa mengambil gambar, dan gambar yang anda dapatkan bisa saja cenderung buruk.

Namun untuk saat ini memasang CCTV analog hendaknya bisa dipertimbangkan lagi, sistem transmisi dari kamera ke dalam DVR (Digital Video Recorder) masih menggunakan sinyal analog. Meskipun telah menggunakan kabel coaxial, kamera analog yang merekam sebuah kejadian masih menghasilkan noise pada hasil rekaman. Noise tersebut yang mengganggu hasil dan membuat hasil tidak maksimal. Salah satu masalah terbesar dari CCTV analog adalah cara menurunkan noise yang dihasilkan. Selain sulit menurunkan noise yang dihasilkan, sangat sulit juga untuk menurunkan ukuran dari video yang dihasilkan. Jadi hasil akhir dari CCTV analog mungkin tidak maksimal (cenderung besar) dan cenderung buruk.


Apakah hanya itu kekurangan dari CCTV analog? Sayangnya tidak. Kita telah melihat beberapa kelemahan dari hasil rekaman dari CCTV analog. Salah satu kelemahan dari CCTV analog adalah perangkat ini sering salah dalam menggabungkan warna, terkadang terdapat warna yang tercampur di antara warna hitam dan putih. Kesalahan warna ini pun juga cukup terlihat pada hasil yang telah terekam.